Words are singularly the most powerful force available to humanity. Words have energy and power with the ability to hurt, to harm, and to humiliate. -yona-
Yap! faktor sebuah kalimat, atau kata-kata. Cuma karena kata-kata aja bisa ngebuat orang yang tadinya sedih jadi bahagia, begitu pun sebaliknya. Sebaliknya? Kejam banget, karena kata-kata juga bisa ngebuat orang yang lagi bahagia malah jatuh terpuruk begitu aja.
Misalnya orang yang lagi emosi. Dia pasti akan ngeluarin kata-kata yang bakal dia sesali nanti nya. Karena tak terkontrol, kata-kata seseorang yang lagi emosi bisa nyakitin perasaan orang lain. Bahkan bisa ngebuat efek buruk untuk hubungan mereka ke depannya. Entah itu dengan temen, sahabat, pacar, ataupun orangtua.
Gue pernah denger satu nasehat, 'lebih baik kita diem aja saat marah; karena saat marah, bahasa emosi kita bisa lebih parah. Hatihati.'
Banyak orang yang selalu ngerangkai kata-kata indah hanya untuk kebohongan? Menyelamatkan diri nya? Ngebuat berbagai macam alasan untuk ngehindar? Ya hal-hal semacam itu. Udah gak asing pasti kalo saat seseorang disalahkan akan suatu hal, dia mengelak dengan berjuta alasan yang dirangkai begitu matangnya. Malah sampe ada yang ngerugiin pihak lain, demi ngelindungin image diri sendiri.
Sayangnya, semua alasan gak ada yang salah. Permainan kata itu selalu benar.
Tapi bang adhi pernah bilang bukan perkara masalahnya yang kita perpanjang, harusnya mikir sekarang apa yang bisa kita pelajarin? Kesimpulannya selalu pilihan. Lu pilih mana?
Memberi alasan yang baik? Atau menjadi baik tanpa harus punya banyak alasan?



0 comments:
Posting Komentar